DISHUB - Pengumuman Penyediaan Jasa Pemungutan Retribusi Penyediaan Tempat Parkir Kendaraan Umum Di Dalam Terminal Barang dapat dilihat pada menu unduhan               Kebersihan - Mari bersama kita jaga kebersihan dan keindahan Kota Dumai               Sudahkah Anda mengurus izin? - Uruslah izin Anda di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu               

Selengkapnya...
Senin, 6 Juli 2009 05:59 WIB
Kesejahteraan Dipenuhi, Guru Dituntut Tingkatkan Kualitas

Dumai -- Guru yang telah lulus dan mengantongi sertifikasi diharapkan untuk meningkatkan kualitas mengajarnya. Karena kepada guru-guru tersebut telah diberikan tunjangan kesejahteraan yang cukup besar.
‘’Saat ini dengan adanya sertifikasi, guru sudah cukup sejahtera. Tapi bila ini tidak dibarengi dengan peningkatan mutu pendidikan, maka kita akan malu dan akan menjadi sorotan semua pihak. Baik pemerintah, masyarakat, pers, dan juga LSM,’’ ingat Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) WIlayah Riau, sekaligus Penanggungjawab Sertifikasi Guru Riau-Kepri Drs Isjoni Ishaq MSi PhD, akhir pekan lalu.

Terkait itu pulalah dia mengajak agar guru-guru yang telah dinyatakan lulus sertifikasi yang mendapatkan tunjangan profesi, agar bisa meningkatkan kualitas pembelajaran dan memajukan pendidikan di Riau.

Menurutnya, tujuan pemerintah melakukan sertifikasi guru dan memberikan tunjangan profesi adalah untuk meningkatkan mutu pendidikan di negara ini. Pemerintah menilai, untuk bisa memajukan pendidikan hal utama yang harus dibenahi adalah dengan meningkatkan kualifikasi dan kesejahteran guru. ‘’Saat ini menjadi guru sudah tidak lagi dianggap sebagai suatu pekerjaan asal tidak bekerja seperti yang terjadi dimasa-masa terdahulu, profesi guru menjadi rebutan saat ini,’’ sebut Isjoni.

Hal ini dikerenakan pada masa dahulu perhatian pemerintah terhadap guru kurang dan bisa dikatakan selalu dikesampingkan. Namun setelah disahkannya Undang-undang tertantang Guru dan Dosen Nomor 14 tahun 2005, terutama dalam hal kesejahteraan, guru-guru di Indonesia telah mendapat perhatian serius dari pemerintah, berbagai tunjangan diberikan, baik itu melalui dana APBN, APBD provinsi maupun APBD kabupaten/kota.

Menurutnya, lahirnya Undang-undang guru dan dosen tersebut merupakan andil besar dari Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), perjuangan PGRI untuk hal tersebut dilakukan pada masa kepemimpinan empat orang Presiden. ‘’PGRI mengawaliannya pada masa Presiden BJ Habibi, lalu di masa KH Abdurrahman Wahid (Gusdur), Megawati dan undang-undang tersebut baru disahkan pada masa Presiden SBY-JK,’’ jelasnya.***

Dibaca 743 kali
Penulis/Editor : Admin / admin
 


 Komentar :

   ( Komentar berita ini telah ditutup dan tidak ada komentar untuk berita ini! )


 Info Terkait

( Tidak ditemukan berita terkait! )

Jl. Tuanku Tambusai, Dumai, Riau - 28826, telp. (+62 atau 0 765) 440093, e-mail : kominfo@dumaikota.go.id
Dikembangkan oleh Bagian Komunikasi Dan Informatika Kota Dumai @ 2013, © 2019
Tampilan standar : Browser-nya Firefox terbaru | Resolusi layarnya 1280 X 768 pixel | JavaScript harus aktif