DISHUB - Pengumuman Penyediaan Jasa Pemungutan Retribusi Penyediaan Tempat Parkir Kendaraan Umum Di Dalam Terminal Barang dapat dilihat pada menu unduhan               Kebersihan - Mari bersama kita jaga kebersihan dan keindahan Kota Dumai               Sudahkah Anda mengurus izin? - Uruslah izin Anda di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu               

Selengkapnya...
Jum'at, 26 Juni 2009 03:07 WIB
Pertahankan Jati Diri Melayu

Dumai -- Era globalisasi yang kini tengah melanda seluruh belahan dunia, jangan sampai menghilangkan jati diri bangsa Melayu. Jati diri bangsa bermartabat Tamadun Budaya Melayu harus tetap dipertahankan dan bukan mencontoh bangsa lain.

Hal ini terungkap pada pembukaan Pertemuan Memartabatkan Tamadun Melayu Serumpun III, yang dihadiri peserta dari dari enam negara serumpun yakni Malaysia, Filipina, Singapura, Brunei Darusalam, Thailand serta peserta dari 96 kota se-Indonesia. Hadir juga pada kegiatan itu Wakil Gubernur Riau (Wagubri) H Raja Mambang Mit, tokoh masyarakat Riau, Tennas Efendi.

Wakil Gubernur Riau (Wagubri) H Raja Mambang Mit menyampaikan, kegiatan ini bisa menjalin silaturahmi masyarakat Melayu di dunia. Pertemuan merupakan kegiatan yang bagus dalam bertukar pikiran, terutama dalam saling tukar pemikiran masyarakat Melayu serumpun.

‘’Jati diri Melayu jangan pernah hilang dalam diri kita sebagai bangsa berbudaya, beristiadat Melayu. Kita bisa menerima kebudayaan dari luar, tapi jangan menghilangkan jati diri. Ini hendaknya ditempa di rumah tangga,’’ ungkap Wagubri

Wagubri menyebutkan, dengan pertemuan ini hendaknya bisa memperkuatkan jati diri Melayu agar tetap utuh dan menganut adat istiadat kebudayaan Melayu. Daerah harus maju dalam mempertahankan adat istiadat kebudayaan Melayu di wilayahnya.

Dalam kesempatan tersebut, tokoh masyarakat Riau Tennas Efendi mengatakan, pembangunan kota bertamadun Melayu hendaknya bisa menjadi pemikiran bangsa Indonesia dan negara serumpun, khususnya Riau.

Tennas menyebutkan, jati diri bangsa berbudaya Melayu bermartabat tamadun Melayu ada pada daerah. ‘’Walikota dan Gubri sudah berusaha mengangkat bagaimana Pekanbaru dan daerah lain mencerminkan budaya dan asas Melayu. Pertemuan ini kita harap bisa mencari solusi segala permasalahan yang ada,’’ pungkas Tennas Efendi.

Budaya Melayu
Melihat perkembangan Pekanbaru yang semakin pesat dengan ornamen dan simbol-simbol yang moderen tanpa menanggalkan ciri khas budaya Melayu, membuat Sekretaris Majelis Budaya Melaka (SMBM) Malaysia Prof Azmi Hussein memberikan pujian yang tak bisa ditahan.

‘’Luar biasa, saya terkesan dengan kebersihan kota Pekanbaru, dan perkembangannya yang sangat pesat, dengan tidak melupakan ciri khas Melayunya,’’ ucapnya saat di kutip Dumai Kota Online, Kamis (25/6) pada acara Pertemuan Memartabatkan Tamadun Melayu Serumpun III.

Selain itu, Azmi juga menyebutkan bahwa fasilitas, infrastruktur, dan perekonomian serta penduduknya sangat mendukung untuk perkembangan dalam membudayakan Melayu Riau. Menurutnya, antara Melayu yang ada di Melaka dan Melayu Riau tidak perbedaan, selain model bahasa saja.

‘’Saya juga salut dengan pemimpinnya, yang peduli dengan kebudayaan melayu ini untuk tetap dipertahankan, dengan simbol-simbol yang ada di dalam kota disetiap pintu masuk yang saya lihat,’’ tambahnya.

‘’Kalau boleh disejajarkan Pekanbaru sudah mirip dengan Melaka, ditambah dengan sumber daya manusianya sangat mendukung untuk itu. Yang pasti saya sangat terkesan dengan kota Pekanbaru,’’ tutup Azmi.***

Dibaca 780 kali
Penulis/Editor : Admin / admin
 


 Komentar :

   ( Komentar berita ini telah ditutup dan tidak ada komentar untuk berita ini! )


 Info Terkait

( Tidak ditemukan berita terkait! )

Jl. Tuanku Tambusai, Dumai, Riau - 28826, telp. (+62 atau 0 765) 440093, e-mail : kominfo@dumaikota.go.id
Dikembangkan oleh Bagian Komunikasi Dan Informatika Kota Dumai @ 2013, © 2019
Tampilan standar : Browser-nya Firefox terbaru | Resolusi layarnya 1280 X 768 pixel | JavaScript harus aktif