DISHUB - Pengumuman Penyediaan Jasa Pemungutan Retribusi Penyediaan Tempat Parkir Kendaraan Umum Di Dalam Terminal Barang dapat dilihat pada menu unduhan               Kebersihan - Mari bersama kita jaga kebersihan dan keindahan Kota Dumai               Sudahkah Anda mengurus izin? - Uruslah izin Anda di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu               

Selengkapnya...
Selasa, 23 Juni 2009 03:42 WIB
Digelar, Pertemuan Melayu Serumpun

Dumai -- Membumikan Melayu di Tanah Melayu Menuju Visi Riau 2020, akan segera dihelat. Kegiatan ini bertujuan menjadi forum pertemuan tahunan masyarakat Melayu di kawasan Asia Tenggara yang terpusat di Kota Pekanbaru.

Tenas Effendy Foundation bekerja sama dengan Pemerintah Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, kembali menaja Pertemuan Memartabatkan Tamadun Melayu Serumpun III (Supremacy Of Malay Civilization Convention III) di Provinsi Riau, yang berlangsung dari tanggal 25-27 Juni 2009 di Riau.

Selama tiga hari berturut-turut, juga ditaja Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Apeksi dan malam puncak sempena hari jadi Kota Pekanbaru ke-225. Nuansa budaya Melayu akan mendominasi helat tersebut.

‘’Kebudayaan Melayu sesungguhnya adalah inti, mahkota, mahligai, pucuk jala pumpunan ikan, atau pusat rujukan yang niscaya dalam peradaban negeri-negeri serumpun saat ini,’’ ungkap DR (HC) H Tenas Effendy, budayawan Riau. Selain itu, imbuh Tenas, kebudayaan Melayu juga selalu menjadi inspirasi dan acuan dasar bagi pembangunan Riau, khususnya Kota Pekanbaru.  ‘’Pertemuan Memartabakan Tamadun Melayu Serumpun III merupakan bagian proses menemukan kembali dan mengangkat Kebudayaan Melayu menuju kegemilangan masyarakat Melayu secara bersama-sama dalam tatanan nilai keislaman,’’ papar tokoh Melayu Riau tersebut.

Seminar yang akan dihadiri 350 peserta, terdiri dari 94 wali kota se-Indonesia dan beberapa tamu undangan—dalam dan luar negeri—akan hadir memeriahkan helat akbar tersebut.

Helat tersebut dimulai dengan seminar ‘’Memartabatkan Tamadun Melayu Serumpun III’’ pada Kamis (25/6) di Hotel Ratu Mayang Garden. Seminar tersebut dibagi ke dalam dua sesi.

Sesi pertama dimulai pukul 09.30 WIB bertajuk ‘’Membangun Kota Dalam Wawasan Budaya Melayu’’, dengan keynote speaker Wali Kota Pekanbaru Drs Herman Abdullah MM, sedangkan Datuk Bandar Melaka Bandaraya Bersejarah, Datuk Bandar Johor Bahru, Datuk Bandar Kuala Lumpur, didaulat sebagai pembicara. Dan Prof Datuk Dr Abdul Latief Abu Bakar sebagai moderator.

Sesi kedua bertajuk ‘’Peranan Adat Dalam Pembangunan Jati Diri Bangsa’’ dengan pembicara H Tenas Effendy, Prof Datuk Dr Abdul Latief Abu Bakar (Biro sosio Budaya DMDI), Datuk Dr Siddik Fadzhil (Presiden Kolej Dar al-hikmah Selangor), Prof Madya Datuk Zainal Abidin Burhan (University Malaya) dan Nasrun Effendy (Ketua Lembaga Adat Melayu) Kota Pekanbaru.

Malamnya, sekitar pukul 19.00 WIB hingga 22.30 WIB akan ditaja ‘’Pagelaran Kemilau Songket’’, di Taman Alam Mayang Pekanbaru. ‘’Semoga pertemuan ini dapat memberikan inspirasi dan mempererat silaturahmi serta memberikan kontribusi bagi masyarakat Melayu di dunia menuju kejayaan Melayu di masa datang,’’ harap Tenas Effendi.***

Dibaca 720 kali
Penulis/Editor : Admin /
 


 Komentar :

   ( Komentar berita ini telah ditutup dan tidak ada komentar untuk berita ini! )


 Info Terkait

( Tidak ditemukan berita terkait! )

Jl. Tuanku Tambusai, Dumai, Riau - 28826, telp. (+62 atau 0 765) 440093, e-mail : kominfo@dumaikota.go.id
Dikembangkan oleh Bagian Komunikasi Dan Informatika Kota Dumai @ 2013, © 2019
Tampilan standar : Browser-nya Firefox terbaru | Resolusi layarnya 1280 X 768 pixel | JavaScript harus aktif