DISHUB - Pengumuman Penyediaan Jasa Pemungutan Retribusi Penyediaan Tempat Parkir Kendaraan Umum Di Dalam Terminal Barang dapat dilihat pada menu unduhan               Kebersihan - Mari bersama kita jaga kebersihan dan keindahan Kota Dumai               Sudahkah Anda mengurus izin? - Uruslah izin Anda di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu               

Selengkapnya...
Kamis, 18 Juni 2009 01:41 WIB
Upaya Dinkes Menangkal Masuknya Virus Flu Babi

Dumai -- Kota Dumai dikenal dengan pelabuhannya sebagai pintu masuk. Terkait maraknya isu flu babi di tanah air, Dumai juga bersiap mengantisipasi hal itu.

Memang hingga saat ini belum ada laporan masyarakat mengenai adanya indikasi serangan flu babi di Kota Dumai. Namun, upaya-upaya antisipasi senantiasa dilakukan.

‘’Meski Kota Dumai merupakan daerah yang sangat potensial terserang penularan virus flu babi karena di daerah ini merupakan pintu gerbang Sumatera, bahkan diindikasi masih banyak ditemukan peternakan babi, terutama di daerah terpencil seperti Bukit Batrem dan Simpang Murini, potensi penularan flu babi tersebut akan sangat kecil karena peternak babi belum ada yang mengunakan hewan impor,’’ jelas kepala Dinas kesehatan Kota Dumai dr H Agus Widayat saat dikutip Dumai Kota Online, kemarin di sela-sela kegiatan BNK di Bukit Kapur.

Disamping itu juga, di area pintu masuk seperti plabuhan telah bekerja sama dengan pihak Karantina dan Disnakkanla serta pihak kesehatan pelabuhan untuk melaksanakan pemeriksaan terhadap para penumpang.

Menurut dia, pihaknya saat ini terus akan mengampanyekan dan mengingatkan kepada masyarakat untuk membiasakan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai pencegahan awal peredaran virus flu babi yang mematikan tersebut.

“Program PHBS yang dicanangkan pemerintah daerah ini merupakan pencegahan alternatif oleh karenanya masyarakat harus menjalankan program tersebut,” ujarnya.

Endemis DBD
Selain flu babi mengenai penyakit deman berdarah maupun sejenisnya, dirinya meminta agar masyarakat bisa melaksanakan empat aitem yakni pemeliharaan lingkungan sebesar 40 persen, prilaku warga 30 persen, keturunan 20 persen dan medis hanya 10 persen. Sedangkan salah satu pencegahan yang baik yakni dengan cara menerapkan 3M.           

Menimbun, Menutup dan Menguras jelasnya, sambil mengutarakan, itu merupakan salah satu langkah penyegahan wabah penyakit.

Disamping itu dirinya juga menjelaskan, bahwa daerah Dumai merupakan daerah endemis, jadi tidak heran jika terdapat satu atau dua orang yang terkena wabah penyakit tersebut. Namun, dirinya telah menyatakan berusaha keras dalam mengantisipasiberkembang biaknyanya wabah tersebut.

Sebagai salah satu langkah, kader dan para mahasiswa bahkan kalangan Palang Merah Remaja (PMR) dilibatkan sebagai tim jentik-jentik, untuk membasmi secara langsung pembasmian wabah penyakit tersebut secara door to door di setiap kecamatan. Saat ini mereka turun setiap Sabtu dan Ahad secara bergantian.

“Kita terus terang dengan georafis kota Dumai yang dekat dengan laut bahkan masih kurangnya kesadaran masyarakat, untuk merubahkan secara nol yang terserang sangat tidak mungkin, mudah mudahan bisa teratasi dengan baik,” ungkapnya mengakhiri.***

Dibaca 718 kali
Penulis/Editor : Admin / admin
 


 Komentar :

   ( Komentar berita ini telah ditutup dan tidak ada komentar untuk berita ini! )


 Info Terkait

( Tidak ditemukan berita terkait! )

Jl. Tuanku Tambusai, Dumai, Riau - 28826, telp. (+62 atau 0 765) 440093, e-mail : kominfo@dumaikota.go.id
Dikembangkan oleh Bagian Komunikasi Dan Informatika Kota Dumai @ 2013, © 2019
Tampilan standar : Browser-nya Firefox terbaru | Resolusi layarnya 1280 X 768 pixel | JavaScript harus aktif