DISHUB - Pengumuman Penyediaan Jasa Pemungutan Retribusi Penyediaan Tempat Parkir Kendaraan Umum Di Dalam Terminal Barang dapat dilihat pada menu unduhan               Kebersihan - Mari bersama kita jaga kebersihan dan keindahan Kota Dumai               Sudahkah Anda mengurus izin? - Uruslah izin Anda di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu               

Selengkapnya...
Sabtu, 6 Juni 2009 01:49 WIB
Adpel Perketat Pengawasan Pelayaran

Dumai -- Mengantisipasi terjadinya kecelakaan di perairan, Kantor Administrator Pelabuhan (Adpel) Dumai memperketat pengawasan pelayaran kapal-kapal motor penyeberangan dan angkutan penumpang antar pulau yang berada di wilayah kerja Adpel Dumai. Hal itu dilakukan untuk mengantispasi terjadinya kecelakaan fatal di perairan.

Kebijakan dari Apel Dumai itu dilakukan pasca kecelakaan yang terjadi di perairan Rupat, beberapa waktu lalu. Menurut pihak Adpel, kecelakaan yang terjadi pada penumpang kapal layar tradisional di Selat Rupat seharusnya tidak terjadi dan tidak terulang kembali. Sebagai langkah tindak lanjut yang dilakukan oleh Adpel, adalah melaksanakan pemeriksaan terhadap administrasi pelayaran yang mereka miliki. Selain itu masyarakat diharapkan tidak menggunakan angkutan laut yang tidak layak atau tidak mempunyai izin untuk berlayar.

‘’Langkah itu guna mengantisipasi terjadinya kecelakaan di perairan dan merujuk informasi prakiraan cuaca yang saat ini tidak menentu. Langkah awal yakni melaksanakan pengawasan secara ketat pada sarana transportasi pelayaran rakyat (Pelra), sesuai dengan Gross Tonnage (GT)-nya. Lalu meninjau kondisi armada tradisional, apakah masih layak untuk mengangkut penumpang atau hanya sebagai armada muatan barang,’’ jelas Humas Adpel Dumai Junaidi, Jumat (5/6).

Petugas Adpel dan Kakanpel juga harus memastikan setiap kapal mengangkut jumlah penumpang atau muatan tidak melebihi kapasitas daya angkut yang diizinkan, stabilitas kapal yang cukup, serta muatan diikat secara tepat dan kuat. Karena pihak manajemen Adpel hanya mengurus administrasi pelayaran, soal perapatan ke dermaga adalah hak milik Pelinda. Jika dibawah groos tonnage 7, adalah wewenang Dinas Perhubungan Kota Dumai.

‘’Setiap kapal harus dilengkapi dengan dokumen dan sertifikat keselamatan yang sah dan berlaku. Demikian pula dalam pemberian Surat Izin Berlayar (SIB), agar tetap memperhatikan berita cuaca Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) melalui stasiun radio pantai,’’ katanya.

Di Dumai, armada pelayaran penumpang masih tradisional, di atas GT-7, sedangkan selain armada pihaknya juga saat ini sedang mengawasai izin pelayaran terhadap kapal-kapal sejenis Brutto Register Ton (BRT), Net Tonnage (NT), Deadweght (DWT) serta Horse Power, yakni mesin berdaya kuda.

Terkait pengetatan pengawasan tersebut, pihak Adpel Dumai selalu berkoordinasi dengan instansi-instansi terkait, serta menyosialisasikan kepada para nahkoda kapal dalam pelayaran, agar selalu memantau cuaca. Para nahkoda melaporkan kondisi cuaca yang dialaminya kepada administrator pelabuhan atau kantor pelabuhan terdekat, melalui stasiun radio pantau. Selain itu, pada saat kapal berlayar dan mengalami cuaca buruk, diharapkan nakhoda segera mencari lokasi yang aman dan melaporkan posisinya.***

Dibaca 751 kali
Penulis/Editor : Admin /
 


 Komentar :

   ( Komentar berita ini telah ditutup dan tidak ada komentar untuk berita ini! )


 Info Terkait

( Tidak ditemukan berita terkait! )

Jl. Tuanku Tambusai, Dumai, Riau - 28826, telp. (+62 atau 0 765) 440093, e-mail : kominfo@dumaikota.go.id
Dikembangkan oleh Bagian Komunikasi Dan Informatika Kota Dumai @ 2013, © 2019
Tampilan standar : Browser-nya Firefox terbaru | Resolusi layarnya 1280 X 768 pixel | JavaScript harus aktif